Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami.
QS. Al-Anbiya’: 90
Di dalam ayat yang mulia tersebut, Allah memuji suatu sifat yang luhur yaitu sifat khusyuk dalam beribadah kepada Allah. Bahkan di ayat yang lain, Allah menegaskan barang siapa yang khusyuk di dalam ibadah, maka dia termasuk golongan orang-orang yang beruntung.
Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,(yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya.
QS. Al-Mu’minun: 1-2
Oleh karena itu Nabi kita, Nabi Muhammad ﷺ berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari hati yang tidak khusyuk. Dari sahabat Zaid ibn Arqam, Rasulullah ﷺ berdoa.
Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk.
HR. Muslim
Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah, di dalam Majmu Fatwa menerangkan apa itu yang dimaksud dengan khusyuk. Beliau berkata bahwasanya khusyuk itu mempunyai dua makna, yang pertama adalah tunduk dan menghinakan diri, yang kedua adalah tenang dan tentram.
Kemudian berkata juga Imam Ibnu Rajab Al Hanbali, beliau berkata “Khusyuk adalah lembutnya hati dan tenangnya hati, maka tatkala hati khusyuk maka anggota badan yang lain akan khusyuk pula karena anggota badan yang lain mengikuti apa yang ada di dalam hati”. Kemudian beliau membawakan sebuah dalil tentang hal ini yaitu suatu hadis.
Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).
HR. Muslim
Kemudian beliau juga berkata, “Sesungguhnya ilmu yang tidak bisa menghadirkan rasa khusyuk di dalam hati adalah ilmu yang kurang bermanfaat.”
Ada suatu ibadah yang kita sangat ditekankan (dianjurkan) untuk menghadirkan rasa khusyuk di dalamnya. Ibadah ini bernama salat. Karena rasa khusyuk di dalam salat ini yang nantinya akan membedakan pahala yang akan diperoleh antara seseorang dengan orang yang lainnya. Dari sahabat Amr Ibn Yasir, Rasulullah ﷺ bersabda.
Sesungguhnya seorang tatkala selesai dari salatnya maka ditulis baginya 1/10 dari salatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, setengah dari salatnya.
HR. Abu Dawud
Maka berkata Al Imam Al-Manawi, “Sesungguhnya perbedaan ini terjadi dikarenakan perbedaan tingkat rasa khusyuk, tingkat tadaburnya dan yang semisalnya yang menjadi kesempurnaan dari salat itu tersendiri.”
Kemudian rasa khusyuk dalam salat ini juga yang nantinya akan membedakan siapa orang yang beruntung dalam salatnya dan siapa yang merugi dalam salatnya.
Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,(yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya.
QS. Al-Mu’minun: 1-2
Maka berkata Imam Ibnu Qayyim tentang ayat ini, “Barang siapa yang tidak khusyuk di dalam salatnya maka dia tidak tergolong ke dalam golongan orang-orang yang beruntung”. Beliau juga berkata, “Sesungguhnya salat yang tidak dihadirkan rasa khusyuk padanya, tidak dihadirkan hati padanya maka seperti badan mayit yang tidak ada ruh di dalamnya.”
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa kita upayakan untuk mendatangkan rasa khusyuk di dalam salat.
Yang pertama, hendaklah kita meyakini bahwasanya tatkala kita salat kita sedang bermunajat kepada Allah, tatkala kita salat kita sedang berdiri di hadapan Allah. Dari sahabat Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ bersabda.
Sesungguhnya seseorang tatkala berdiri melaksanakan salat, sesungguhnya dia sedang bermunajat kepada Allah, sesungguhnya di hadapannya ada Allah.
HR. Bukhari
Kedua, yaitu hendaklah kita memahami, mentadaburi, mengetahui makna-makna dari doa-doa, zikir-zikir, ayat-ayat Al-Qur’an yang kita lantunkan di dalam salat.
Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?
QS Muhammad: 24
Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.
QS. Shad: 29
Ketiga adalah tatkala kita salat hadirkan di dalam diri kita, di dalam jiwa kita bahwasanya salat ini adalah salat terakhir yang kita lakukan di dunia ini. Dari sahabat Abu Ayyub al-Anshari, Rasulullah ﷺ bersabda.
Jika kamu berdiri untuk melakukan salat maka salatlah seperti orang yang akan meninggalkan dunia ini.
HR. Ibnu Majah
Keempat adalah tatkala kita mengalami gangguan di dalam salat, maka kita mohon perlindungan kepada Allah. Dari sahabat Utsman bin Abil ‘Ash, bahwasanya ada seseorang yang mengadukan kepada Rasulullah ﷺ bahwasanya dia mengalami gangguan di dalam salatnya, maka berkata Rasulullah ﷺ bersabda.
Itulah gangguan dari setan yang bernama Khinzib, jika kamu mendapatkan gangguan tersebut di dalam salatmu ,maka mohon perlindungan kepada Allah dan meludahlah ke samping kiri sebanyak tiga kali.
HR. Muslim
Kelima, kemudian hal yang berikutnya yang bisa kita upayakan hendaknya kita mengetahui keutamaan-keutamaan yang akan diperoleh tatkala seseorang menjalani salat dengan khusyuk. Salah satu keutamaan yang akan diperoleh yaitu dosa-dosa yang telah dia lakukan akan diampuni oleh Allah. Dari sahabat Utsman Ibn Affan, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda.
Sesungguhnya seseorang tatkala menghadiri salat wajib kemudian dia memperbagus wudhunya, rasa khusyuknya, rukuknya maka hal tersebut akan menjadi penghapus dosa-dosa yang telah ia lakukan sebelumnya.
HR. Muslim
Itulah beberapa hal yang bisa kita upayakan agar mendapatkan rasa khusyuk di dalam salat kita.
Salat itu bisa mendatangkan ketenangan. Bahwasanya salat itu bisa mendatangkan kebahagiaan, maka tatkala seseorang senantiasa melakukan salat tetapi dia tidak merasakan kebahagiaan di dalamnya, dia tidak merasakan ketenangan di dalamnya, justru sebaliknya salatnya menjadi beban padanya, maka ada yang salah dari salat-salatnya yang selama ini dia lakukan. Ada sesuatu yang harus diperbaiki dari salatnya yang dia lakukan selama ini dan bisa jadi salah satu yang harus diperbaiki dari salatnya tersebut adalah rasa khusyuknya.
Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.
QS. Al-‘Ankabut: 45
Maka tatkala seseorang senantiasa melakukan salat, tetapi di sisi yang lain dia juga senantiasa melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sekali lagi ada yang salah dari salatnya yang selama ini dia lakukan ada hal-hal yang harus diperbaiki dari salatnya tersebut dan salah satu yang harus diperbaiki dari salatnya tersebut adalah rasa khusyuknya. Oleh karena itu, hendaklah kita bersungguh-sungguh berusaha semaksimal mungkin tatkala kita salat kita hadirkan rasa khusyuk dalam salatnya.
Sumber: Pesantren Alwan.

